Asal mula ikan belut kulitnya licin - Siapa saja yang yang mencoba memegang ikan belut pasti tahu kulitnya licin. Kalau
kita memegang ikan belut seperti memegang ikan pasti lepas, meskipun
memegangnya kuat. Apa sebabnya kulit ikan belut
dan bogo licin ? Ceritanya begini, kawan!
Pada jaman dahulu, ikan belut dan ikan lubang ada di mana mana. Di
sungai, di danau, di rawa, malah di tempat yang airnya sedikit juga ada ikan
belut. Waktu itu kulit ikan belut tidak licin seperti sekarang. Oleh karena itu
semua mahluk yang suka ikan belut mudah mengambilnya.
Binatang yang paling suka ikan belut yaitu sero. Selain itu
bagong, musang, elang, biul atau lasun. Oleh karena itu meskipun ikan belut ada
di mana mana, jadi berkurang. Apalagi setelah diketahui oleh manusia, populasi
ikan belut sangat berkurang. Karena manusia banyak akalnya. Mengambil ikan
belut tidak satu satu tetapi dalam jumlah yang besar, karena manusia menggunakan
pandai menggunakan alat. Manusia kalau mengambil ikan belut tidak langsung di
makan di tempat seperti binatang lainnya. Melainkan di bawa pulang ke rumah untuk
dibuat kere. Oleh karena itu, ikan belut di semua tempat kebingungan.
Raja ikan belut dan raja bogo berdiskusi mencari akal supaya jumlah ikan belut tidak berkurang.
Keputusannya semua ikan belut dan bogo harus mandi menggunakan bubudur, yaitu
semacam benda yang sangat licin. Selain itu ikan belut dengan bogo jangan
bersatu. Ikan belut di air payau sedangkan bogo di sungai. Yang paling penting
ikan belut dan bogo harus bisa bersembunyi. Ikan belut di dalam lumpur sedangkan
bogo di bawah batu. Dengan cara itu tidak mudah manusia menemukannya.
Setelah ikan belut dan bogo melaksanakan keputusan rapat, betul
saja kulit ikan belut dan bogo jadi licin sekali. Kalau ditemukan oleh manusia
kemudian di pegang bisa lepas. Oleh karena itu banyak ikan belut dan bogo yang
selamat. Dan juga menjadi banyak karena terus beranak.
Kalau diambil binatang hanya satu atau dua tidak terlalu
berkurang. Meskipun sero punya kuku, kalau memegang ikan belut susah lepas
lagi, bangsa ikan belut dan bogo tidak ketakutan.
Begitulah ceritanya asal mula kulit ikan belut dan bogo licin.
