SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Kebanyakan jika seseorang merasakan perutnya sakit, maka kemungkinan besar dia
mengalami gangguan pada alat pencernaannya. Gangguan itu dapat menyerang
lambung, usus halus, usus besar, atau pun anus.
Gangguan
pada alat pencernaan sebagian besar berhubungan erat dengan makanan dan cara
makan yang tidak sehat, misalnya:
- Pengolahan makanan dan penggunaan alat makan yang tidak bersih dapat mengundang kuman penyakit masuk ke dalam tubuh.
- Makanan dapat memicu gangguan alat pencernaan jika dinikmati secara berlebihan. Misalnya, makanan yang terlalu pedas dan terlalu asam dapat mengganggu kesehatan lambung dan usus. Makanan yang susah terurai dapat menumpuk di bagian alat pencernaan tertentu, misalnya biji cabe dan biji jambu batu (jambu klutuk)
- Pola makan yang tidak teratur dapat membuat alat pencernaan tidak bekerja dengan baik. Misalnya, sering terlambat makan.
- Cara menghancurkan (mengunyah) makanan yang tidak sempurna di dalam mulut dapat memperberat kerja lambung.
![]() | |
| gambar sistem pencernaan pada manusia |
PENGERTIAN SISTEM PENCERNAAN
PADA MANUSIA
Sistem pencernaan merupakan sistem
yang memproses mengubah makanan dan menyerap sari makanan yang berupa
nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem pencernaan juga akan memecah
molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan bantuan
enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Sistem pencernaan pada manusia
hampir sama dengan sistem pencernaan hewan lain yaitu terdapat mulut, lambung,
usus, dan mengeluarkan kotorannya melewati anus. Proses pencernaan pada manusia
terbagi atas 5 macam yaitu:
1.1.
Injesti
Adalah proses menaruh atau
memasukkan makanan di mulut. Biasanya menggunakan tangan atau menggunakan alat
bantu seperti sendok, garpu, sumpit, dan lain sebagainya.
1.2.
Pencernaan Mekanik
Proses pencernaan mekanik yaitu
proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut. Pencernaan mekanik dilakukan
oleh gigi dan alat bantu lain seperti batu kerikil pada burung merpati. Proses
ini bertujuan untuk membantu untuk mempermudah proses pencernaan kimiawi.
Proses ini dilakukan secara sadar atau sesuai dengan keinginan kita.
1.3.
Pencernaan Kimiawi
Proses pencernaan kimiawi yaitu
proses mengubah molekul-molekul zat makanan yang kompleks menjadi
molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna. Pencernaan kimiawi
dilakukan oleh enzim, asam, ‘bile’, dan air. Proses ini dilakukan secara tidak
sadar karena yang mengaturnya adalah enzim.
1.4.
Penyerapan
Penyerapan adalah gerakan nutrisi
dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan ‘lymphatic capallaries’ melalui
osmosis, transport aktif, dan difusi.
1.5.
Penyingkiran
Yaitu penyingkiran/pembuangan
material yang tidak dicerna dari ‘tract’ pencernaan melalui defekasi.
PROSES PENCERNAAN MAKANAN DALAM SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Pertama-tama,
pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik
yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi
menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah
makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi
gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan
selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7
dan suhu 37oC.
Makanan selanjutnya dibawa menuju
lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena
adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan
melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:
- Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
- Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
- HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
- Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.
Setelah
makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam,
makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari
terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:
- Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
- Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
- Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
Selain
itu, terdapat juga
empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung
empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua
belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu
(bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna
empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel
darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di
dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
Selanjutnya
makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses
pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan.
Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak
dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus
dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan
protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan
berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap.
Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk
asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino.
Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung
diserap oleh usus halus.
Makanan yang tidak dicerna di usus
halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus
besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia
coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi
feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga
menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses
pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung
air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap
kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting
dari usus besar.
Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan sadar.
PENYAKIT-PENYAKIT YANG MENYERANG ALAT PENCERNAAN MANUSIA
Sedangkan penyakit-penyakit yang menyerang alat
pencernaan manusia, antara lain:
a.
Maag
Maag
adalah penyakit yang mengganggu lambung dan usus 12 jari. Gejala yang timbul
antara lain:
-
Perut terasa mulas bila
terlambat makan
-
Saat makan pun perut terasa
sakit, kadang terasa mual bahkan muntah.
Penyakit
ini timbul karena adanya produksi asam klorida yang berlebihan di lambung.
Sakit maag sering disebabkan oleh rasa lelah akibat kerja dan rasa tegang yang
berlebihan. Penderita harus segera berobat ke dokter agar tidak menjadi parah.
b. Radang Usus Buntu
Radang
usus buntu merupakan penyakit serius yang sering menyerang. Penyakit ini
disebabkan oleh penumpukan kotoran di usus buntu, yaitu di bagian umbai cacing.
Akibatnya umbai cacing menyempit disertai infeksi oleh kuman. Hal ini
menyebabkan umbai cacing meradang.
Gejala
yang timbul antara lain:
-
Perut bagian kanan bawah
terasa sangat nyeri
-
Perut terasa mual disertai
muntah, kadang mencret
-
Tubuh mengalami demam
Penderita
harus segera mendapat perawatan dokter. Pada keadaan yang lebih parah,
penderita harus mengalami operasi pemotongan umbai cacing. Fungsi umbai cacing
belum diketahui secara pasti. Orang yang dihilangkan umbai cacingnya tidak
mengalami pencernaan.
c.
Diare
Diare
disebut juga mencret. Penyakit ini digolongkan penyakit ringan, tetapi dapat
menjadi berbahaya jika tidak mendapat perawatan yang benar.
Diare
terjadi jika penderita mengalami buang air besar yang encer dan terjadi lebih
dari 4 kali sehari. Penyakit ini mudah menyerang anak-anak, terutama yang
kekurangan gizi.
Banyak
hal yang dapat mengakibatkan diare, antara lain mutu dan kebersihan makanan
yang buruk, alergi terhadap makanan, dan terlalu banyak makan makanan yang asam
dan pedas. Penyakit ini juga dapat mengakibatkan mencret, misalnya malaria,
campak, cacingan, dan infeksi usus.
d. Tifus
Tifus
adalah suatu penyakit peradangan pada usus. Penyakit ini dapat menular dengan
cepat. Tifus juga dapat timbul akibat kebersihan makanan dan minuman tidak
terjaga dengan benar.
Gejala
yang dialami penderita tifus antara lain:
-
Tubuh menggigil, lemah, dan
disertai mual
-
Akibat demam tinggi,
penderita dapat mengigau
-
Punggung terasa sakit, kadang
disertai mencret atau sembelit (sulit buang air besar)
Penderita
tifus perlu mendapat perawatan di rumah sakit. Makanan yang diberikan biasanya
dalam bentuk bubur.
e.
Disentri
Disentri berasal dari bahasa
Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yang berarti
radang usus yang menimbulkan gejala meluas, tinja lendir bercampur darah.
Gejala-gejala disentri antara
lain adalah:
-
Buang air besar dengan tinja
berdarah
-
Diare encer dengan volume
sedikit
-
Buang air besar dengan tinja
bercampur lendir (mucus)
-
Nyeri saat buang air besar
(tenesmus)

